Senin, 13 Desember 2010

gerakan blokir sinetron Indonesia

Aaarrrrrggghhh......kesal ee...manas tak belawan. bayangkan ye, dari jam 6 sore ampe jam 10 malam ni. SINETRON-SINETRON YANG TAK JELAS MASIH BELOM SELESAI. anjis ndak tu...4 JAM. bayangkan 4 JAM... padahal besok tu ade tayang agek...ndak ke anjis tu produser nye... hanya mementingkan rating. padahal isi sinetronnye macam SAMPAH. aslii..manas tak belawan aq...sinetron yang isinye tu cuma tangis-tangisan, trik-trik penjahat, balas dendam, gaya-gaya anak ALAY. semuenye lengkap dalam 1 sinetron. tak ade same sekali nilai moral nye..tak ade nilai pendidikannye, mw di bawa kemane tu moral remaja kalo nntn sinetron yang isinye penjahat semue.

sorry menyorry ni kalo paragraf pertame blog nu isi nye kekesalan semuenye.
ni nu paparkan beberapa fakta tentang SINETRON-SINETRON SAMPAH...

sedikit di sadur dari www.kaskus.us

Inikah Westernisasi???

Sebelumnya mari kita berkenalan dengan Westernisasi dulu, apa itu westernisasi ? westernisasi adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan semakin menyebarnya pikiran dan budaya dari barat sehingga mengglobal.
Pikiran apakah yang dimaksud, masyarakat Indonesia terutama di daerah penulis, pikiran yang dimaksud adalah pikiran pola hidup gaya barat, pacaran bebas, pakaian bebas, meskipun sebagian ada yang menutup aurat.
Jarang sekali masyarakat Indonesia, terutama di daerah penulis yang berfikiran berpenghasilan atau pun berproduktivitas. Contohnya di daerah penulis, rata-rata gadis – gadis mengincar pria memiliki tampan yang lumayan, harta yang mewah. Jarang sekali mereka mengincar pria biasa yang memiliki tampan biasa hartanya juga tidak terlalu besar.
Inikah Modernisasi ? ataukah Sinetronisasi ? Tahukah kita apa itu modernisasi ? Modernisasi diartikan sebagai perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang modern. Pengertian modernisasi berdasar pendapat para ahli adalah sebagai berikut.
Menurut, Widjojo Nitisastro, modernisasi adalah suatu transformasi total dari kehidupan bersama yang tradisional atau pramodern dalam arti teknologi serta organisasi sosial, ke arah pola-pola ekonomis dan politis.
Sedangkan Soerjono Soekanto, modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan sosial yang terarah yang didasarkan pada suatu perencanaan yang biasanya dinamakan social planning. (dalam buku Sosiologi: suatu pengantar)
Modernisasi tidak serta merta menghilangkan tradisi Budaya yang mendarah daging, seperti Di Jepang misalnya.
Penulis pernah tinggal di Jogjakarta selama 4 tahun, dan di kota itu sepeda tetap menjadi komoditas transportasi utama, Seni batik, Seni Ukir juga menjadi kebudayaan yang tetap di pertahankan.
Berbeda sekali ketika Penulis pulang ke daerah asal penulis, Yaitu Pontianak, penulis amat miris sekali dengan perubahan yang ada. Bagaimana tidak, penulis hingga saat ini amat jarang sekali melihat kebudayaan tradisional di jalan-jalan. Memang patut disyukuri pula bahwa rata-rata masyarakat Pontianak masih memilih pasar tradisional Daripada berbelanja Di Mall.
Lantas apa yang membuat penulis miris, jawabannya tak lain tak bukan adalah gaya anak muda Pontianak sudah berubah. Mereka merasa seolah-olah mereka anak Jakarta. Gengsi mereka tinggi, Padahal Jakarta dan Jogjakarta tidak segengsi itu. Rata-rata ibu – ibu di Pontianak lebih memilih susu botol daripada air susu mereka sendiri untuk bayinya. Dan yang lebih parah lagi Rata-rata ibu di Pontianak bangga jika anaknya berkelahi dengan orang lain.
Amat jarang sekali anak muda pontianak yang bangga ketika mereka mengendarai sepeda biasa. Mereka rata-rata bangga menggunakan Sepeda motor yang mewah dan mobil. Padahal di Jakarta dan Jogjakarta tidak seperti itu.
Lantas adakah yang salah dengan semua ini ? Penulis merasa ini semua adalah kesalahan Media Massa. Mereka menanamkan sifat Sinetronisasi, Sinetronisme yang mengandalkan kekayaan material. Perjodohan ala Siti Nurbaya, Terkadang di beberapa sinetron Islam kita sering melihat ada orang Kaya yang tak mau berteman dengan orang Miskin. Terjadilah Pembagian kasta disini, padahal Islam tidak mengenal Kasta. Yang ada itu Hindu.
Sinetron juga mengandalkan orang tampan, artis cantik, dengan acting yang lemah daripada actor biasa berwajah biasa namun aktingnya bagus, aktingnya mantap, jarang sekali penulis menonton film Indonesia yang memiliki Memorable Scene. Atau Memorable Dialog. Yang ada hanyalah film horror dengan Memorable Sex tidak jelas.
Akhir kata selamat datang Sinetron life di Indonesia, Selamat Jalan Real Life


oke itu sedikit kutipan yg nu ambil dari website yg keren.
nah..sekarang, masih kah kalian menonton sinetron???

Tidak ada komentar: